Juvenile Rheumatoid Arthritis
Dari WebMD
modifikasi joweer
Pedahuluan :
sendi,
meskipun demikian banyak anak-anak dengan JRA ini tidak mengeluh nyeri
pada sendinya. Setiap sendi dapat terpengaruh oleh peradangan ini, dan
peradangan ini dapat membatasi gerakan pada sendi yang terkena.
JRA
adalah gangguan autoimun, yang artinya bahwa tubuh keliru
mengidentifikasi beberapa sel sendiri dan jaringan sebagai zat asing
yang masuk dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita berfungsi untuk
melawan zat berbahaya yang masuk pada tubuh seperti virus dan bakteri
tetapi pada penderita JRA ini autoimun menyerang sel-sel sehat dan
jaringan pada tubuh sehingga timbulah peradangan yang ditandai dengan
kemerahan, panas, nyeri, dan pembengkakan.
Para peneliti masih belum
tahu persis mengapa sistem kekebalan tubuh berjalan miring pada anak
dengan gejala JRA, tetapi ada dua pendapat atau dugaan mengapa hal itu
terjadi, yang pertama karena faktor genetic anak yang memcu untuk
memproteksi JRA ini dan yang kedua adalah faktor lingkungan seperti
virus yang memicu perkembangan JRA ini pada tubuh.
JRA dapat
menyebabkan demam dan anemia, dan dapat juga mempengaruhi jantung,
paru-paru, mata, dan sistem saraf. Episode rematik dapat berlangsung
selama beberapa minggu dan memungkinkan kambuh kembali, dan perlu
diingat serangan yang berulang pada penyakit ini tidak separah yang
terjadi pada serangan awal. Untuk perawatannya disesuaikan dengan
penyakit reumathiid arthritis yang terjadi pada orang dewasa yaitu
dengan beberapa latihan (gerakan-gerakan) dan olahraga untuk
memepertahankan gerakan dan keaktifan tubuh. Obat-obatan yang beredar
diapotek atau pasaran ditujukan untuk arthris yang terjadi pada orang
dewasa sehingga untuk JRA ini tidak disarankan menggunakan obat-obatan.
Sangat jarang sekali anak-anak dengan JRA mengalami kerusakan permanen
atau kecacatan dan sebagian besar anak dengan JRA ini sembuh dari
penyakitnya tanpa mengalami kecacatan yang permanen.
Klasifikasi JRA
Dokter
mengklasifikasikan tiga jenis JRA, berdasarkan jumlah sendi yang
terlibat, gejala, dan adanya antibodi tertentu (protein khusus yang
dibuat oleh sistem kekebalan tubuh) dalam darah. Klasifikasi ini
membantu menentukan bagaimana penyakit dan tingkat progresitasnya.
a. Pauciarticular
Pauciarticular
artinya ada empat atau lebih sendi yang terlibat atau terkena
peradangan ini. Artritis ini adalah bentuk paling umum JRA; sekitar
setengah dari semua anak-anak dengan JRA memiliki tipe ini. Ini
biasanya terjadi pada sendi yang besar, seperti lutut. Gadis di bawah
usia 8 tahun paling sering terkena JRA ini. Beberapa anak dengan
pauciarticular JRA memiliki abnormal protein dalam darah yang disebut
antinuclear antibodi (ANAs).
Penyakit mata sering terjadi 20% hingga
30% dari anak-anak dengan pauciarticular JRA dan lebih sering terjadi
lagi pada anak-anak dengan abnormal ANAs. Pemeriksaan rutin ke dokter
opthalmologi(dokter spesialis penyakit mata) diperlukan untuk mengobati
masalah mata yang serius seperti iritis (radang iris atau bagian yang
berwarna dari mata) atau uveitis (peradangan mata yang terdalam , atau
uvea).
Sekitar 30% dari semua anak-anak dengan JRA mempunyai penyakit polyarticular, di mana lima atau lebih sendi yang terpengaruh. Sendi kecil, seperti yang di tangan dan dikaki sering terkena penyakit ini tetapi terkadang juga terjadi pada sendi besar. JRA Polyarticular yang tersering adalah simetris (dimana sendi yang terkena sering terjadi pada kedua tubuh yang sama). Beberapa anak dengan penyakit polyarticular memiliki jenis antibodi khusus dalam darah yang disebut rheumatoid factor. Anak-anak yang terkena penyakit ini merasa gejala yang terjadi lebih parah dan dokter mengidentifikasinya dengan gejala rheumatoid arthritis orang dewasa.
c. Sistemik
Seiring dengan pembengkakan sendi, bentuk sistemik JRA ditandai oleh demam dan warna merah muda, dan mungkin juga mempengaruhi organ seperti jantung, hati, limpa, dan kelenjar getah bening. Bentuk sistemik, kadang-kadang disebut Still's desease, mempengaruhi 20% dari anak-anak dengan JRA. Hampir semua anak dengan jenis JRA inibila dites hasilnya negatif untuk kedua rheumatoid factor dan ANA. Sejumlah kecil anak-anak dengan penyakit sistemik ini akan berkembang menjadi arthritis nanti dan prosesnya berkembang hingga dewasa.





